Pemuda dalam pembangunan
Indonesia sedang gencar-gencarnya membangun dan membenahi diri menjadi yang lebih baik. Keinginanan untuk menjadi berdaya bagi diri sendiri maupun dunia internasional menjadi impian bersama. Untuk mewujudkan Indonesia yang berdaya tentu tidak terlepas dari peran individu-individu di dalamnya baik itu pemerintah maupun masyarakat. Pemerintah sebagai instansi resmi tentu bertanggung jawab atas pergerakan roda pemerintahan saat ini. Namun dimasa yang akan datang roda kepemimpjnan haruslah berputar. Pemuda yang kelak akan berkewajiban mengendalikan kemudi dan menentukan arah yang dituju indonesia selanjutnya.
Tidak hanya menjadi petunjukarah, pemuda juga memegang peranan strategis yang menanti mereka dimasa depan. Pemuda harus menjadi aktor dalam perubahan dan bukan hanya menunggu perubahan datang. Mereka akan bertanggung jawab mewujudkan cita-cita nasional indonesia sebagaimana diamatkan dalam proklamasi kemerdekaan yakni mencapai masyarakat yang berdaulat, adil, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar. Karenanya, pemuda harus siap menjadi agen perubahan dengan inovasi serta kreativitas yang dimilikinya untuk mewujudkan cita-cita nasional itu. Peranan ini tidak mudah sebab para pemuda harus berjuang bersimbah darah bukan lagi karna ulah penjajah secara fisik melainkan juga karna faktor-faktor rawanlainnya yang mampu mengancam keutuhan dan kedaulatan NKRI.
Bahaya serta gangguan yang mengintai kedaulatan negara indonesia dalat datang baik dari luar berupa serangan asing yang tidak lagi berbentuk invasi seperti pada masa penjajahan tetapi sudah teermodivikasi menyelinap bersamaan dengan globalisasi. Hal ini dapat dilihat dari bernagai contoh seperti maraknya penggunaan merek atau produk luar negri yang tentunya akan merusak produktivitas dan pasar dalam negri. Bersamaan dengan itu serangan juga datang dari dalam negri dan bersumber darai oenerus bangsa. Pemuda yang diharapkan membawa Indonesia menjadi lebih baik malah bersikap acuh terhadap kondisi negri nya. Sifat hedonisme, Individualis bahkan anarkis yang miskin akan moral serta jauh dari nilai- nilai luhur pancasila telah merusak masa-masa emas mereka. Hal ini menjadi penting karena Nasib suatu negara kedepannya bisa dilihat dari kualitas pemudanya saat ini. Dengan kondisi demikian makad bangsa yang maju akan semakin jauh dari angan.
Solusi yang dapat ditempuh guna mengembalikan gairah pemuda adalah dengan memberdayakan mahasiswa. Mahasiswa sebagai bagian dari pemuda diharapkan tidak tinggal diam dan hanya menantikan kehancuran negri ini, karena mahasiswa selayaknya kaum intelektial dibentuk untuk menjadi Sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas dan berpengetahuan tetapi harus kompetitif, mandiri, kreatif dan inovatif serta memiliki mental yang kuat. Maka seharusnya mahasiswa tidak hanya fokus belajar untuk kepentingan pribadi tanpa ada kontribusi bagi negara melainkan berperan aktif dalam menerapkan ilmunya bagi masyarakat walaupun hanya dalam hal kecil seperti dalam hal kepemimpinan, iptek, kerjasama, kewirausahaan, inovasi, dan sofstskills lainnya sesuai bidang keahlian masing-masing yang memberikan kontribusi bagi pembangunan kedepannya. Semakin banyak mahasiswa yang bergerak bersama tentunya akan mempercepat terwujudnya indonesia berdaya
FMIPA UNY
Komentar
Posting Komentar